Minggu, 22 Mei 2011

7 tahun yang lalu

Waktu itu berputar, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun. Tujuh tahun yang lalu akan sangat berbeda dengan tujuh tahun yang akan datang. Tujuh tahun yang lalu canda tawa pun lengkap dengan kehadiran keluarga, ayah, ibu,kakak dan aku. Namun seiring berjalannya waktu hari-hari makin menjadi sepi dan muram tatkala salah satu dari anggota keluargaku berkurang. Inilah yang membuatku sangat terpukul akan hal ini. Sesosok ayah yang sangat aku banggakan, yang sangat aku hormati, yang sangat aku sayangi, yang sangat aku cintai setulus hatiku sekarang telah memilih untuk bersanding bersama Tuhan. Aku tahu ini semua sudah takdir namun apakah harus secepat itu Tuhan untuk aku bisa bersama ayahku lagi? Ingin sekali rasanya berkumpul dengan keluarga yang utuh seperti dulu. Ingin rasanya aku memeluk hangat tubuhmu. Aku rindu sesosok ayah sepertimu yang sangat santun dan bijaksana. Aku bangga padamu ayah, aku bersyukur dilahirkan dan menjadi seorang anak darimu.
Ayah... Apakah kau baik-baik di sana? Apakah kau nyaman di sana? Apakah kau kedinginan atau lapar di sana?
Tuhan.... Tolong jaga ayahku di sana, berikan tempat yang layak untuk beliau. Sampaikan salam sayang dan rinduku untuk beliau. Aku sangat rindu kepadanya...
Setiap tengah malam aku menangis di sudut kamar, aku rindu kepada ayah. Tujuh tahun sudah dia telah tiada. Tujuh tahun itu pula aku tidak pernah lagi bertemu dengan beliau.
Di tengah tangisku aku selalu membayangkan, aku ingin sekali ayah melihatku memakai Toga saat wisuda 2 tahun lagi. Oh Tuhan.... pikiran ini membuatku sangat rindu dengan ayah, dan tak terasa tetesan air mata jatuh dengan sendirinya. Ingin sekali aku melihat ayah bangga kepadaku atas hasil prestasi yang aku raih. Dalam hati aku janji tidak ingin membuat ayah kecewa di sana atas apa yang aku lakukan. Aku ingin menjadi anak yang berbakti kepada orang tua tidak ingin membuat ayah bersedih.
"Adek sayang ayah, jika suatu saat nanti adek pergi menemui ayah. Adek ingin bertemu dan bersama-sama dengan ayah. Adek tahu kalau adek di dunia ini gak akan lama, mungkin bisa besok, lusa, atau tahun-tahun berikutnya karena itu semua keputusan Allah. Adek ingin bisa bertemu sama ayah walaupun cuma sekali tapi sayangnya gak bisa. Adek cuma ingin bilang kalau adek sangat merindukan ayah, ingin memeluk ayah, berbicara sepatah dua patah kata. Ayah tenang aja di sana, karena adek akan menjaga ibu baik-baik disini. Salam sayang dari adek"


Tulisan ini aku persembahkan untuk ayah yang ada di sana dari hati yang paling dalam.

3 komentar: