Minggu, 27 Mei 2012
Inilah aku
Iseng-iseng belum bisa tidur, mampir ngeblog sebentar. Aku bukanlah orang yang sempurna seperti malaikat, namun aku adalah seorang wanita kebanyakan yang mengandalkan perasaan untuk berpikir. Aku cuma ingin mengungkapkan semua isi hati yang tak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata. Dalam menjalin hubungan, aku bukanlah tipe orang yang suka menunggu dalam ketidakpastian, aku suka kejelasan walaupun itu kadang menyakitkan. Ketidakpastian itu layaknya sebuah mimpi dan angan-angan yang digantung, saat kita berharap gantungan itu semakin tinggi, namun karena tidak ada kejelasan pada tali penggantungnya hanya bisa jatuh kembali kebawah saat talinya rapuh dan rasanya sangat sakiiitt...
Menunggu adalah hal yang sangat tidak aku sukai, membuang waktu dan pikiran dan akhirnya membuat galau apapun itu bentuknya.
aku juga tidak suka dengan tipe orang yang suka bikin 'ilfeel', means walaupun raga dan badan ada namun hatinya untuk yang lain, itu hanya seperti memberikan harapan palsu.
Dan aku kurang suka dengan orang yang berbohong, sekecil apapun kalau sudah terbiasa bohong, hubungan itu udah gak sehat lagi. Berkata jujur itu lebih baik daripada mendengar dari mulut orang yang belum tentu lebih benar :)
Okelah, mungkin memang masih banyak sifatku yang tidak seperfect itu dan masih ada sifat kekanak-kanakan dalam umurku kesekian tahun. namun dengan berbagai masalah yang diberikan oleh Tuhan, aku mulai belajar untuk bisa berpikir dewasa, membuatku untuk terbiasa mandiri tanpa ketergantungan kepada orang lain.
"Waktu itu tidak akan kembali dan terus berputar" aku udah capek kalau harus menjalin hubungan hanya untuk main-main dan gak pasti. Aku lebih baik menunggu kepastian itu datang sendiri kepadaku walaupun itu membutuhkan waktu yang lama.
*
Mungkin sudah cukup aku menggantungkan harapan dan mimpi-mimpiku kepada mereka sang #ma*tan. Dimana mimpi-mimpi itu sudah aku rekam dalam pikiranku berharap bisa terwujud, but it's nothing. Semua harapan itu mungkin sudah tidak terpikirkan lagi oleh dia... Cukup aku saja yang bermimpi dengan harapan-harapanku sendiri.
Andai Tuhan mau memberi kesempatan itu lagi, mungkin aku akan mencoba jauh lebih baik lagi karena waktu memberikan pelajaran untuk bisa berpikir kembali.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar