Rabu, 30 Mei 2012

tertawa bersama

Hari itu hari selasa tanggal 29 Mei 2012, ada dua rapat seperti biasa antara Himpunan dan Teater. Tapi aku memilih untuk kumpul teater, karena disana aku udah ngedapetin sesosok keluarga dari mereka semua. Berawal dari duduk bareng sama Dika (ketua Teater) akhirnya kita saling curhat-curhatan dan akhirnya nyambung ke cowo *biasalah* dan akhirnya aku kepikiran pengen dapat solusi dari bang Igam (ak maggilnya). Akhirnya karena bantuan Dika, dia ngomongin ke bang Igam buat ketemuan habis ngumpul teater. Jam 10 malam kumpulpun kelar, dan kita (aku sama Dika) ketemuan dikampus sama anak narendra salah satunya bang Igam. Tapi ternyata gak dibolehin dikampus karena udah malam. Alhasil kita semua nongkrong di kosannya Kodil(panggilan sayangku buat Dika :D). Okey, tongkronganpun dimulai. Rencana awal sih pengen cerita tapi malah gak sesuai agenda, kita malah cerita ngalor-ngidul kalau bahasa jawanya. Lucu banget pokoknya hari itu, sampai aku kayak orang paling bego gak tahu makna dari perkataan mereka, kalau harus paham pun, aku harus berpikir keras dulu dan dijelasin barulah aku ngerti *oohh man... Malah mereka crita-cerita kronologis anak-anak kelas sampai jalan-jalan, dan malah nyambung ke manusia jadi-jadian yang ngepet uang hahahaa. Kembali ke awal, Sebenernya bukan curhat tapi aku cuma cerita garis besarnya doang sama bang Igam, dan seperti biasa tanpa buat aku kaget, dia tahu itu danmungkin lebih. Trus malah aku yang ditanya-tanyain sama mereka *berasa artis*. Saran dari bang Igam sih diikhlasin aja, mungkin ada saatnya dia akan sadar, akan ada yang lebih baik dari dia. Entah kenapa walaupun aku cuma kenal bang Igam sepintas aja dan ketemu beberapa kali, aku ngrasanya dia udah kayak kakak buatku. Dari cara bicaranya dan pendapatnya kadang logis. Dia juga orangnya terbuka sama kehidupannya, aku kagum sama orang yang seperti itu. Aku sih suka orang atau teman yang terbuka gak jaim-jaiman, karena mungkin itu hampir sama kayak aku ya. Coba deh, teman-teman dekatku dirumah mana ada yang sok jaim, dan akhirnya aku juga menemukan orang yang gak jaim-jaiman disini Dika and friends. Malam itu pas banget turun hujan, nungguin reda sampai jam 2 pagi akhirnya aku dianterin pulang kekosan. Kumpul sama mereka tuh seruu, bisa cerita dari yang ababil dan gak jelas menjadi memusingkan hahha. Makasih buat kalian untuk malam itu. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar